<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Plintir / Kue Tambang (Makanan Ringan)</title>
	<atom:link href="http://www.agungsari.com/snacks/plintir-kue-tambang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.agungsari.com/snacks/plintir-kue-tambang</link>
	<description>Dua Kuali &#62; Indonesian seasoning &#124; bumbu masak Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Sep 2010 06:58:22 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<item>
		<title>By: officier1</title>
		<link>http://www.agungsari.com/snacks/plintir-kue-tambang/comment-page-1#comment-109</link>
		<dc:creator>officier1</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 09:39:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.agungsari.com/?p=338#comment-109</guid>
		<description>Sore juga, terus terang untuk plintir/kue tambang yang asin saya belum pernah coba membuatnya. Tapi menurut pengalaman dan hemat saya (saya pernah coba tips ini, tapi saya lupa waktu itu bikin apa), bila ingin gurih dapat ditambahkan sedikit bawang putih bubuk dan masako (atau merek knorr) dan tentunya garam.

Terima kasih atas comment-nya. Semoga saran saya bermanfaat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sore juga, terus terang untuk plintir/kue tambang yang asin saya belum pernah coba membuatnya. Tapi menurut pengalaman dan hemat saya (saya pernah coba tips ini, tapi saya lupa waktu itu bikin apa), bila ingin gurih dapat ditambahkan sedikit bawang putih bubuk dan masako (atau merek knorr) dan tentunya garam.</p>
<p>Terima kasih atas comment-nya. Semoga saran saya bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Novie</title>
		<link>http://www.agungsari.com/snacks/plintir-kue-tambang/comment-page-1#comment-108</link>
		<dc:creator>Novie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 08:31:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.agungsari.com/?p=338#comment-108</guid>
		<description>Sore..

Boleh tanya resep kue tambang yang asin/gurih


makasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sore..</p>
<p>Boleh tanya resep kue tambang yang asin/gurih</p>
<p>makasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Novie</title>
		<link>http://www.agungsari.com/snacks/plintir-kue-tambang/comment-page-1#comment-107</link>
		<dc:creator>Novie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 08:28:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.agungsari.com/?p=338#comment-107</guid>
		<description>sore..

boleh tanya..
saya suka yang gurih, kalo diganti biar asin harus di tambah apalagi, apa harus pake daun bawang atau bawang merah biar lebih gurih dan enak

makasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sore..</p>
<p>boleh tanya..<br />
saya suka yang gurih, kalo diganti biar asin harus di tambah apalagi, apa harus pake daun bawang atau bawang merah biar lebih gurih dan enak</p>
<p>makasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: officier1</title>
		<link>http://www.agungsari.com/snacks/plintir-kue-tambang/comment-page-1#comment-49</link>
		<dc:creator>officier1</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 12:08:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.agungsari.com/?p=338#comment-49</guid>
		<description>Menurut hemat saya, masalah gorengan tengik itu terletak pada minyak goreng yang dipakai.

Usahakan memakai minyak goreng dengan kadar air rendah. Minyak goreng yang masih memiliki kadar air cenderung mengakibatkan timbulnya bau tengik setelah disimpan beberapa waktu lamanya (umumnya setelah di goreng, bau tengik tidak muncul namun setelah beberapa lama akan mulai timbul).
Biasanya suatu pabrik minyak goreng memproduksi minyak goreng dengan beberapa merek, mulai dari yang harga mahal (tentu saja dengan kadar air rendah) hingga yang menengah/murah. Nah silahkan dipilih merek mana yang cocok.. saya ada beberapa rekomendasi merek minyak goreng, tapi itu lewat PM saja yah :)

Selain itu yang tidak kalah penting, usahakan untuk tidak menggunakan minyak goreng untuk menggoreng berkali-kali. Selain merusak aroma hidangan (karena aromanya sudah bercampur aduk antara gorengan), juga kurang baik untuk kesehatan (kalau mau tahu kenapa, bisa di-search di internet :)). Usahakan pakai minyak goreng untuk 2-3 kali gorengan saja.

Namun semuanya tergantung dari budget dan tingkat ekonomi konsumen yang menjadi sasaran produk anda.

Semoga bermanfaat, thx buat comment-nya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut hemat saya, masalah gorengan tengik itu terletak pada minyak goreng yang dipakai.</p>
<p>Usahakan memakai minyak goreng dengan kadar air rendah. Minyak goreng yang masih memiliki kadar air cenderung mengakibatkan timbulnya bau tengik setelah disimpan beberapa waktu lamanya (umumnya setelah di goreng, bau tengik tidak muncul namun setelah beberapa lama akan mulai timbul).<br />
Biasanya suatu pabrik minyak goreng memproduksi minyak goreng dengan beberapa merek, mulai dari yang harga mahal (tentu saja dengan kadar air rendah) hingga yang menengah/murah. Nah silahkan dipilih merek mana yang cocok.. saya ada beberapa rekomendasi merek minyak goreng, tapi itu lewat PM saja yah <img src='http://www.agungsari.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selain itu yang tidak kalah penting, usahakan untuk tidak menggunakan minyak goreng untuk menggoreng berkali-kali. Selain merusak aroma hidangan (karena aromanya sudah bercampur aduk antara gorengan), juga kurang baik untuk kesehatan (kalau mau tahu kenapa, bisa di-search di internet <img src='http://www.agungsari.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ). Usahakan pakai minyak goreng untuk 2-3 kali gorengan saja.</p>
<p>Namun semuanya tergantung dari budget dan tingkat ekonomi konsumen yang menjadi sasaran produk anda.</p>
<p>Semoga bermanfaat, thx buat comment-nya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vicky</title>
		<link>http://www.agungsari.com/snacks/plintir-kue-tambang/comment-page-1#comment-48</link>
		<dc:creator>vicky</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 03:19:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.agungsari.com/?p=338#comment-48</guid>
		<description>ehm...boleh jg..
mbois2...
boleh tany gak?
biar plintiran kalo dikemas tidak tengik tu dikasih apa ya?
matur nuwun</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ehm&#8230;boleh jg..<br />
mbois2&#8230;<br />
boleh tany gak?<br />
biar plintiran kalo dikemas tidak tengik tu dikasih apa ya?<br />
matur nuwun</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
